Menanti Pembuktian Realme Menjadi Nomor Satu di Indonesia

By: Asti Maharani Sakina
19 April 2022
53

Akakah Realme berhasil membuktikan dirinya sebagai ponsel Nomor satu di Indonesia?

Menanti Pembuktian Realme Menjadi Vendor Smartphone Nomor Satu di Indonesia

Lembaga riset pasar Amerika, IDC, memperkirakan permintaan smartphone di pasar domestik secara bertahap akan kembali meningkat pada tahun ini. Mencapai jutaan unit, meningkat 8% year-on-year. Perkiraan IDC didasarkan pada permintaan yang meningkat lagi pada tahun 2021. Terbukti bahwa pengiriman sepanjang tahun 2021 mencapai 0,9 juta unit, tumbuh 11%.
Menunjukkan pemulihan yang kuat, setelah terkena pandemi Covid19 selama dua tahun. Meski pasar tampaknya mulai pulih, daftar 5 vendor smartphone teratas di Indonesia masih diisi oleh pemain kawakan. Kelima vendor tersebut adalah Oppo, Xiaomi, Vivo, Samsung dan Realme.

Sepanjang tahun lalu, Oppo mengirimkan 8,5 juta unit smartphone ke Indonesia dengan pangsa pasar 20,8%. Jumlah pengiriman tersebut naik 3,5% (year-on-year/yoy), dari tahun sebelumnya, di mana Oppo mengirimkan 8,2 juta unit. Meski demikian, pangsa pasar Oppo turun dibandingkan 2020, yakni 22,3%. Setelah Oppo, vendor smartphone dengan pangsa pasar terbesar kedua di Indonesia diduduki oleh Xiaomi. Vendor yang berbasis di Beijing itu, mampu mengirimkan 8,1 juta unit sepanjang 2021 atau meningkat 34,2% (yoy). Meski dihadang oleh kendala pasokan chip, penjualan Xiaomi meningkat berkat ekspansi penjualan offline dan kehadiran sub brand POCO. Vivo dan Samsung menyusul di posisi selanjutnya dengan pengiriman masing-masing 7,4 juta unit dan 7,2 juta unit. Namun jumlah pengiriman Vivo tercatat turun 20,2% (yoy), sementara pengiriman Samsung naik 19,5% (yoy). Menggenapi posisi lima, ada mantan sub brand Oppo, Realme. Vendor yang identik dengan warna kuning itu, hanya mampu mengirim 5 juta unit smartphone, turun 3,3% (yoy).

Realme Fokus Ke Penjualan Online

Meski terjadi penurunan pengiriman dibandingkan 2020, IDC mengungkapkan Realme berhasil mempertahankan posisi kelima pada tahun lalu. Varian Realme C11 (2021) merupakan model yang paling laku terjual dan merupakan versi terbaru dari realme C11 sebelumnya, namun menggunakan chip dari UNISOC untuk menjaga kestabilan pasokan. Seperti halnya vendor lainnya, Realme juga menghadapi tantangan pasokan sepanjang 2021, khususnya keterbatasan chip imbas penutupan sebagian pabrik akibat pandemi dan perang dagang AS – China. Agar bisa survive, Realme berusaha melakukan transformasi saluran distribusi untuk membangun operasional yang lebih tangguh. Vendor yang berbasis di Shenzhen itu, juga melakukan diversifikasi portofolio, termasuk perangkat IoT (Internet of Things).

Sekedar diketahui, Realme pertama kali menyambangi pasar Indonesia pada akhir 2018. Sebagai pendatang baru, posisi lima yang kini diraih oleh Realme, bisa disebut sebagai prestasi fenomenal. Karena sebelumnya, tidak pernah ada brand ponsel di Indonesia yang baru “seumur jagung” bisa menyodok dengan cepat ke posisi lima besar. Meski demikian, Realme tidak berpuas diri. Pasalnya, menurut Madhav Sheth, President International Business Unit Realme, pihaknya menargetkan posisi lebih tinggi. Tak tanggung-tanggung, yaitu menjadi vendor smartphone nomor satu di Indonesia.

 

“Realme saat ini menduduki peringkat kelima di Indonesia. Memasuki 2022, Realme Indonesia terpacu untuk menjadi merek smartphone nomor satu dalam kurun waktu dua tahun,” ujar Madhav dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/12/2020). Madhav pun membeberkan beberapa strategi untuk mencapai target tersebut. Salah satu strategi yang dicanangkan, adalah beralih dari kanal penjualan tradisional dengan heavy asset investment ke strategi kanal penjualan yang lebih hemat biaya. Madhav menyebutkan, strategi ini akan berfokus pada kombinasi penjualan online dan saluran pemasaran digital berefisiensi tinggi. Serta upaya meminimalkan perantara demi mengurangi biaya, sehingga Realme dapat memberikan manfaat langsung kepada para pengguna melalui produk terbaiknya. Dari segi produk, Realme juga masuk ke segmen premium dengan mengedepankan strategi ‘Flagship Killer’. Madhav mengklaim strategi ini menjadikan Realme sebagai satu-satunya brand dengan lini produk flagship yang mendisrupsi pasar premium, namun dengan harga terjangkau untuk semua kalangan. “Realme ingin teknologi mutakhir keluarannya dapat diakses oleh semua orang,” tambah Madhav. Guna memperluas ekosistem, Realme juga memiliki strategi produk AIoT “1+5+T”; di mana smartphone sebagai perangkat sentral (1), laptop, TV, jam tangan pintar, headphone nirkabel, dan speaker pintar masuk dalam kategori (5), dan T yang merupakan singkatan TechLife. Kesemuanya menawarkan berbagai perangkat AIoT cerdas untuk anak muda.


GT 2 Pro Jadi Varian Pertama Realme di Segmen Premium

Sejauh ini Realme memang ingin menunjukkan diri sebagai merek smartphone yang memiliki teknologi yang sangat canggih dengan menampilkan desain yang lebih unggul dibandingkan para pesaingnya. Bahkan Realme tidak canggung melakukan head to head dengan vendor smartphone lain dalam memperebutkan pasar premium yang semakin berkembang di Indonesia. “Segmen premium merupakan pasar yang sangat penting walaupun segmennya sedikit atau kurang dari 10%. Pasar premium tetap menjadi hal terpenting bagi merek smartphone mana pun, begitu juga dengan Realme”, ujar Palson Yi, Marketing Director Realme, dalam keterangannya, Kamis (17/3/2022). Itu sebabnya, Realme telah mencoba peruntungan di segmen ini, dengan meluncurkan Realme GT 2 Pro pada Selasa, 22 Maret 2022. Dibandrol seharga Rp 9.499.000, GT 2 Pro jadi smartphone termurah dengan fitur unggulan chipset Snapdragon 8 Gen 1. Karena rilisan vendor lain, menjual smartphone dangan prosessor terbaru dari Qualcomm itu di atas Rp 10 jutaan.

Meski Realme merilis smartphone flagship lebih murah dari perangkat flagship brand lainnya, GT2 Pro membawa fitur unggulan yang tak kalah canggih.Dari sisi desain misalnya, Realme GT 2 Pro mengadopsi bahan baku bodi ramah lingkungan berbasis bio-polimer yang terbuat dari daur ulang kertas. Didesain oleh sang master Naoto Fukasawa, dengan penamaan Paper Tech Master Design yang sejalan dengan visi sustainable dan terinspirasi dari “The Future in Paper” sebagai inti desainnya. Realme GT 2 Pro juga mengusung layar 2K Super Reality Display pertama di dunia dengan LTPO 2.0 memungkinkan layar smartphone ini memiliki refresh rate tinggi. Sehingga memberikan sensasi menyentuh layar yang fluid dan keluaran warna yang tajam nan detail. Teknologi tersebut mampu menghasilkan 120Hz Adaptive LTPO refresh rate dan pengambilan sampel sentuh dapat ditingkatkan hingga 1000Hz sehingga cocok untuk gaming. Menggunakan prosesor Snapdragon 8 Gen 1 5G Processor yang dipadukan dengan Stainless Steel Vapor Cooling Max, GT 2 Pro memberikan performa cepat yang konsisten walaupun smartphone sedang diajak multitasking oleh pengguna.

Tak Mudah Menaklukkan Para Pesaing di Segmen Premium

Masuknya Realme membuat persaingan vendor di segmen high end dipastikan akan bertambah ketat. Meski demikian, pasar masih terbuka lebar. Sejauh ini, Apple dan Samsung masih mendominasi. Diikuti vendor China lainnya, yaitu Oppo, Vivo, OnePlus, dan Xiaomi. Huawei yang sebelumnya pernah menjadi primadona, kini tergelincir imbas sanksi yang dijatuhkan AS pada pertengahan 2019. Selain pemainnya masih sedikit, margin yang didapat juga jauh lebih tinggi. Riset Counterpoint mencatat keuntungan per unit iPhone hampir lima kali lebih tinggi dibandingkan Samsung. Keuntungan Samsung per unit adalah US$ 31. Para vendor Tiongkok yaitu Huawei mendapatkan keuntungan per unit US$ 51, Oppo US$ 14, Vivo US$ 13 dan Xiaomi US$ 2.

Sudah begitu, konsumen di segmen ini terbilang kebal krisis. Terbukti permintaan tetap meningkat, meski permintaan pasar smartphone, khususnya sepanjang 2020 – 2021, anjlok akibat pandemi covid-19. Laporan Counterpoint menunjukkan, pangsa segmen premium dalam penjualan smartphone global meningkat menjadi 24% pada Q2 2021, dibandingkan dengan 21% pada Q2 2020.

Dengan animo yang semakin meningkat dan margin keuntungan yang lebih tinggi, Counterpoint memprediksi pertumbuhan smartphone premium akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Tumbuh sekitar 10% berkat kedatangan perangkat 5G, model ponsel lipat serta munculnya segmen premium dengan harga terjangkau. Semuanya menawarkan beragam fitur keren, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), tiga hingga empat kamera, tampilan layar penuh (full screen), batere besar, pengisian daya cepat, konfigurasi memori yang lebih besar, dan seabreg kemampuan canggih lainnya. Dengan pasar yang masih terbuka lebar dan pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahunnya, Tak salah jika Realme mencoba peruntungan baru. Vendor yang berbasis di Shenzhen itu, tak ingin gurih keuntungannya dari bisnis smartphone premium hanya dinikmati segelintir pemain. Khususnya Apple dan Samsung yang sudah kelotokan. Namun tentu saja upaya Realme menggoyang dominasi pemain-pemain yang sudah mapan di segmen ini, tidaklah mudah. Selain produk yang mumpuni, ketersediaan, dan harga yang kompetitif, Realme juga harus mampu meningkatkan perceive quality setara Apple, Samsung dan Huawei. Pasalnya perilaku pengguna high end cenderung lebih emosional. Konsumen di segmen ini tidak sekedar menikmati fungsi produk atau harga yang lebih terjangkau.

Artinya faktor brand dalam pemilihan produk high end sangat krusial. Sehingga brand building sangat penting. Jika Realme mampu menaklukkan pasar premium, dengan sendirinya hal itu akan memperbesar pangsa pasar. Sehingga ambisi vendor yang didirikan oleh Sky Lee itu, untuk menjadi vendor nomor satu bisa saja terwujud. Kini kita nantikan, apakah Realme dapat merealisasikan impiannya menjadi vendor nomor satu di Indonesia pada 2024 mendatang. Atau target tinggi itu hanya sekedar gimmick semata, sehingga Realme masih perlu lebih banyak waktu untuk membuktikannya.



Asti Maharani Sakina

Content creator |siswa 10 BDP 2022| cameraman ilmu santai YouTube SMK tamtama Karanganyar

Komentar
Tinggalkan Komentar

Create Account



Log In Your Account