Sistem Pendidikan di Indonesia dan Perkembangannya

By: Delfi Sari'ah
27 April 2022
105

Bagaimana sistem pendidikan di Indonesia? Seperti apa perkembangannya dari masa ke masa?

Hallo sobat The Pen kali ini kami akan membahas tentang sistem pendidikan di Indonesia dan perkembangannya, Ingin mengetahui seputar pendidikan di Indonesia dan perkembangan sistemnya? Telusuri lebih lengkap dalam pembahasan di bawah ini!

Sumber daya manusia yang berkualitas didukung oleh banyak faktor. Salah satu faktor tersebut adalah sistem pendidikan. Setiap negara memiliki sistem edukasi yang berbeda-beda, tak terkecuali Indonesia.

Negeri ini memiliki kisah yang panjang sebelum bisa menyusun sistem edukasi seperti sekarang. Selama berpuluh-puluh tahun, sistem pendidikan Indonesia telah mengalami perubahan-perubahan yang cukup signifikan.

 

Sekilas tentang Sistem Pendidikan Indonesia:

Pemerintah memiliki program-program prioritas yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Beberapa program tersebut meliputi sebagai berikut:

Pendidikan budaya dan bahasa

Penggiatan kembali jenjang vokasi

Kampus merdeka atau program pendidikan tinggi

Peningkatan mutu kurikulum pendidikan

Digitalisasi sekolah

Peningkatan pendanaan pendidikan

Peningkatan kualitas tenaga pengajar

Saat ini, Indonesia memiliki sistem pendidikan nasional sebagai aspek yang mengatur jalannya edukasi. Seluruh jenjang pendidikan harus menaati sistem ini, mulai dari pendidikan usia dini hingga yang paling tinggi.

Sebelumnya, Indonesia menganut sistem “Wajib Belajar 9 Tahun” yang terdiri atas 6 tahun jenjang dasar dan 3 tahun jenjang menengah.

Namun, sistem ini meningkat menjadi 12 tahun yang bermakna 6 tahun sekolah dasar, 3 tahun sekolah menengah pertama, dan 3 tahun sekolah menengah atas.

Sistem pendidikan nasional dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan mendidik secara akademis, budi pekerti, dan keterampilan.

Ada beberapa sistem yang sudah dilaksanakan dan berdampak pada perkembangan sumber daya manusia dalam negeri, yakni

 

  1. Sistem pendidikan secara terbuka

Sistem pertama ditujukan untuk mendorong peserta didik dalam bekerja sama dengan teman sekelas terkait demonstrasi nilai kreativitas dan inovasi. Dalam sistem ini, fokus utama ada pada peserta didik. Mereka bebas dan boleh mengemukakan inisiatif, tanggung jawab, dan pendapat dalam mengelola proses belajar mengajar.

 

  1. Sistem pendidikan berorientasi nilai

Selanjutnya, ada sistem yang bertujuan memberi pengajaran tentang nilai-nilai bermasyarakat dan kemanusiaan. Nilai-nilai ini termasuk tenggang rasa, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kejujuran. Sistem pendidikan berorientasi dapat dimulai sejak jenjang dasar. Bukti pengaplikasian dari sisten ini ialah keberadaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

 

  1. Sistem pendidikan yang beragam

Sistem yang satu ini hadir untuk mengakomodasi keberagaman masyarakat dalam negeri. Indonesia terdiri atas bahasa dan budaya yang beraneka ragam. Oleh karena itu, butuh sistem yang dapat disesuaikan dengan preferensi dan keperluan komunitas tertentu. Sistem ini menyelenggarakan beberapa jenis instansi pendidikan, yakni informal, nonformal, dan formal.

Perkembangan Sistem Pendidikan Nasional dari Masa ke Masa:

Masa demi masa telah berlalu. Sistem pendidikan di Indonesia terus berkembang mengikuti zaman. Bukti dari perkembangan ini bisa ditilik dari kurikulum pendidikan nasional yang kerap berganti.

 

Sejak kurikulum pertama di tahun 1947, kurikulum Indonesia sudah diubah sebanyak 11 kali. Berikut ialah penjelasan seputar perubahan kurikulum yang berlaku dalam negeri:

  1. Kurikulum Rentjana Pelajaran 1947

Kurikulum ini ditetapkan tidak lama setelah kemerdekaan Indonesia. Orientasi dari kurikulum ini mengarah ke politik yang ditujukan untuk mengganti sistem pendidikan Belanda menjadi buatan Indonesia. Kurikulum Rentjana Pelajaran pertama kalinya menjadikan Pancasila sebagai basis pendidikan nasional. Perancangan kurikulum ini dilakukan pada tahun 1947, lalu baru diimplementasikan pada tahun 1950.

  1. Kurikulum Rentjana Pelajaran Terurai 1952

Pada kurikulum 1947, fokus utama baru mencakup pembentukan karakteristik bangsa dan kesadaran berwarga negara. Untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya, ditambahkan pelajaran-pelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, silabus Kurikulum Rentjana Pelajaran Terurai menetapkan seorang guru untuk mengajar satu mata pelajaran.

  1. Kurikulum Rentjana Pendidikan 1964

Pemerintah kembali meningkatkan mutu pendidikan dengan kurikulum baru, yakni Kurikulum Rentjana Pendidikan 1964. Kurikulum ini bermaksud memberikan pengetahuan akademik untuk rakyat pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Pembelajaran difokuskan pada program yang dinamai “Pancawardhana”. Program ini mencakup pengembangan keterampilan, kecerdasan, moral, jasmani, serta artistik dan emosional.

  1. Kurikulum 1968

Kurikulum ini lahir pada zaman Orde Baru. Orientasinya mengarah ke politik dan bertujuan menggantikan kurikulum 1964 yang bercitra sebagai produk Orde Lama. Pada kurikulum 1964, tujuan pendidikan ialah mencetak manusia Pancasila sejati yang sehat jasmani dan kuat, serta meningkatkan moral, keyakinan beragam, budi pekerti, maupun keterampilan dan kecerdasan jasmani.

  1. Kurikulum Pendidikan 1975

Direktur Pembinaan TK dan SD dari Departemen Pendidikan Nasional pada masanya, Mudjito, menyebutkan bahwa kurikulum ini tercipta karena dipengaruhi konsep MBO (Management by Objective). Kurikulum Pendidikan 1975 memiliki Prosesur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) yang merinci metode, tujuan, dan materi belajar mengajar.

  1. Kurikulum Pendidikan 1984

Kurikulum ini dijuluki “Kurikulum 1975 yang Disempurnakan”. Peserta didik diposisikan sebagai subjek belajar dari pengamatan, pendiskusian, pengelompokan, dan pelaporan suatu hal. Model belajar ini juga dinamakan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).

  1. Kurikulum 1994 dengan Suplemen Kurikulum 1999

Kurikulum ini merupakan pengombinasian berbagai kurikulum sebelumnya. Namun, sistem ini dikritik karena terlalu membebani peserta didik, mulai dari muatan nasional sampai lokal. Kurikulum 1994 dijuluki “kurikulum super padat”.

  1. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004

Untuk mengganti Kurikulum 1994, diciptakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Ada tiga unsur yang termuat di dalamnya, yakni spesifikasi berbagai indikator evaluasi, pengembangan pembelajaran, dan pemilihan kompetensi yang sesuai.

  1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006

KTSP sebenarnya hampir sama dengan KBK. Namun, yang membedakan ialah jiwa dari desentralisasi sistem edukasi. Pemerintah membuat kompetensi dasar dan standar kompetensi pada kurikulum ini. Tenaga pengajar dituntut untuk mengembangkan penilaian dan silabus secara mandiri sesuai kondisi sekolah maupun daerah masing-masing.

  1. Kurikulum 2013

Selanjutnya, KTSP diganti dengan Kurikulum 2013. Kurikulum ini memuat 3 aspek penilaian, yakni sikap dan perilaku, keterampilan, serta pengetahuan. Ada materi pelajaran yang ditambahkan, seperti Matematika. Lalu, ada pula materi-materi pembelajaran yang dirampingkan, contohnya, PKn, IPS, dan Bahasa Indonesia.

  1. Kurikulum 2015

Terakhir, atau yang paling terbaru, yaitu Kurikulum 2015 yang menjadi penyempurna sekaligus gabungan dari Kurikulum 2013 dan KTSP.

Sistem pendidikan ini berorientasi wawasan global serta membekali peserta didik dengan kompetensi dasar dan kompetensi khusus sesuai bidang peminatan.


Delfi Sari'ah

Content Creator | Siswa Otkp 1 2021 | Class Music YouTube SMK Tamtama Karanganyar

Komentar
Tinggalkan Komentar

Create Account



Log In Your Account