Gema sholawat menggema memenuhi GOR Karanganyar pada Senin, 24 Agustus 2026. Pagi itu, ratusan siswa SMK Tamtama Karanganyar duduk rapi dengan balutan gamis dan baju koko. Mata mereka tertuju ke panggung. Hari ini bukan hari biasa. Hari ini adalah hari untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, hari kelahiran sosok yang menjadi teladan sepanjang masa.
Jurnalistik SMK Tamtama Karanganyar. kemarin
Suasana haru dan khidmat sudah terasa sejak awal. Acara dibuka dengan lantunan sholawat merdu dari tim Hadroh Stamka. Dentuman rebana yang berirama, dipadu suara sholawat yang syahdu, seakan mengantar seluruh hadirin masuk ke dalam nuansa cinta kepada Rasulullah. Banyak siswa yang ikut melantunkan pelan, menciptakan kebersamaan yang hangat.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak sekolah. Dalam sambutannya disampaikan bahwa peringatan Maulid bukan hanya rutinitas tahunan. Ini adalah ruang untuk mengingat kembali, untuk belajar, dan untuk memperbaiki diri agar semakin dekat dengan akhlak Nabi Muhammad SAW. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, memohon keberkahan agar ilmu yang didapat menjadi manfaat dan menjadi bekal di dunia dan akhirat.
Mau'idhah Hasanah: 5 Kewajiban Hamba dan 4 Pilar Akhlak
Puncak acara adalah Mau'idhah Hasanah yang disampaikan oleh Gus Ulinuha Nur Sodiq dari Jabres. Dengan gaya bicara yang hangat, semangat, dan penuh keteladanan, beliau berhasil membuat seluruh ruangan fokus menyimak.
Gus Ulin mengawali dengan mengingatkan identitas kita sebagai hamba Allah. "Sebagai hamba, ada 5 kewajiban utama yang tidak boleh kita tinggalkan," ujarnya. Beliau lalu merinci satu per satu:
1. Syukur kepada Allah SWT - atas nikmat sehat, ilmu, dan kehidupan yang masih kita miliki.
2. Berdoa - karena doa selalu beriringan saat melaksanakan ibadah wajib yaitu sholat.
3. Istighfar - memohon ampun atas segala khilaf dan dosa.
4. Ikhtiar - berusaha dengan sungguh-sungguh dalam belajar dan meraih cita-cita.
5. Sedekah - berbagi kepada sesama, sekecil apapun itu.
Selanjutnya, beliau menekankan pentingnya menuntut ilmu. "Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah adalah 'Iqro' - Bacalah. Itu artinya umat Islam diperintahkan untuk belajar," jelas Gus Ulin.
Beliau juga menyampaikan sebuah hikmah yang membuat siswa terdiam: orang yang melangkahkan kaki ke majelis ilmu, pahalanya lebih besar dari sholat sunnah 1000 kali.
Tak hanya ilmu, akhlak juga menjadi sorotan utama. Gus Ulin mengingatkan bahwa Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Ada 4 pilar akhlak yang harus kita pegang teguh:
- Akhlak kepada Allah: dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya
- Akhlak kepada Rasulullah: dengan meneladani sunnah dan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari
- Akhlak kepada Guru dan Orang Tua: dengan hormat, patuh, dan mendengarkan nasihatnya
- Akhlak kepada Teman: dengan saling menerima masukan yang baik dan tolong-menolong
Di penghujung ceramah, beliau menutup dengan pesan yang paling mengena. "Anak-anakku, setinggi apapun derajat kalian nanti, kalau meninggalkan sholat maka tidak ada gunanya. Karena sholatlah yang akan mengangkat derajat kita dan membuat kita mulia di hadapan Allah SWT," ucapnya. Pesan itu disambut dengan anggukan dan raut wajah serius dari para siswa.
Meneladani, Bukan Hanya Memperingati
Peringatan Maulid Nabi tahun ini di SMK Tamtama Karanganyar terasa berbeda. Bukan sekadar duduk, mendengar, lalu pulang. Tapi ada pesan yang tertanam, ada semangat baru yang dibawa pulang.
Melalui sholawat, doa, dan ceramah, seluruh warga Stamka diingatkan kembali tentang tujuan hidup: menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan taat beribadah. Seperti yang diajarkan Rasulullah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi siswa untuk lebih mencintai Nabi Muhammad SAW. Bukan hanya dengan memperingatinya setahun sekali, tapi dengan meneladaninya setiap hari. Dalam cara belajar, dalam cara menghormati guru, dalam cara bersikap kepada teman, dan dalam menjaga sholat 5 waktu. Semoga dengan peringatan ini, cahaya teladan Rasulullah terus hidup di hati kita semua. Menjadi penerang di tengah tantangan zaman, dan menjadi bekal untuk menjadi generasi yang membanggakan agama, bangsa, dan sekolah.
Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad wa ala ali Sayyidina Muhammad.