Dalam beberapa taun terakhir, matcha semakin sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Minuman berwarna hijau ini jadi di café, media social, hingga menjadi bagian dari rutinitas sebagian orang. Popularitasnya yang terus meningkat membuat matcha kerap diposisikan sebagai simbol gaya hidup sehat. Namun, dibalik trend tersebut muncul pertanyaan penting: apakah matcha benar-benar pilihan sehat atau sekedar mengikuti arus trend?.
Jurnalistik Annisa (Photo: https://pin.it/2QLu1er9w )
Matcha berasal dari daun teh hijau yang ditanam dan diolah dengan cara khusus sebelum digiling menjadi bubuk halus. Berbeda dengan teh hijau pada umumnya yang diseduh lalu disaring, matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk yang dicampur langsung ke dalam air atau makanan. Karena dikonsumsi secara utuh, matcha sering dianggap memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan teh hijau biasa, meski keduanya berasal dari tanaman yang sama.
Kandungan yang terdapat pada matcha
Mengutip laman Kesehatan Halodoc, matcha yang sedang trend akhir-akhir ini, memiliki kandungan antioksida (katekin), dan L-Theanine, yang dimana kandungan-kandungan tersebut bagus bagi tubuh. Kandungan antioksidan dapat membantu melawan radikal bebas pada tubuh, sedangkan kandungan L-Theanine sendiri memiliki fungsi untuk meningkatka konsentrasi, fokus, dan kejernihan mental. Bahkan L-Theanine tidak hanya berfungsi untuk memberikan relaksasi, tetapi dapat meningkatkan perhatian dan fungsi memori otak.
Batasan yang baik dalam mengonsumsi matcha
Matcha itu sendiri memiliki batasan dalam mengonsumsinya. Mengonsumsi matcha yang baik seharusnya 1-2 cangkir atau 2-4 gram per hari, dengan mengonsumsi matcha secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti jantung berdebar, insomnia, sakit kepala, dan gangguan pencernaan. Artinya mengonsumsi matcha juga memiliki batasan karena mengonsumsi matcha secara berlebihan dapat mengakibatkan efek samping.
Walaupun matcha trend akhir-akhir ini sering dikaitkan dengan gaya hidup sehat. Meski begitu, harus disertakan dengan pola hidup sehat, karena mengonsumsi matcha saja tidak bisa menggantikan peran gaya hidup secara keseluruhan.
Sumber:
https://halodoc.com/minuman-matcha-manfaat-kandungan-dan-cara-menikmatinya